Selasa, 08 Mei 2012

Saat itu...

Andai aku mampu mengungkapkan cinta, mengungkapkan sayang, mengungkapkan rindu Akan aku ungkapkan padamu wahai permaisuri hatiku Namun aku tahu batas-batas itu bukan untuk dilanggar, bukan untuk diterjang Percayalah, benih-benih cinta, kasih, dan rindu kian hari kian merasuk kalbu, begitu memenuhi simposium kalbuku Andai rembulan mampu berbicara, akan aku titipkan cinta, kasih dan rindu padamu wahai permaisuri hatiku Bibirku terdiam, kelu Namun hati begitu ingin berontak Biarkanlah angin malam membawa pesan perasaanku ke dalam relung jiwamu, wahai permaisuri hatiku...

Minggu, 12 Juni 2011

HELIOSENTRIS COPERNICUS

“Revolusi” Copernicus

Teori Geosentris telah dianut manusia berabad-abad lamanya meski sebenarnya pada masa Yunani kuno sudah ada ilmuwan yang menyangkal teori Geosentris yaitu

GEOSENTRIS ARISTOTELES

“Dinamika” versi Aristoteles

Sebagai seorang filsuf, Aristoteles (384–322 SM) memiliki keyakinan tentang elemen dasar penyusun kehidupan yaitu air, tanah (bumi), udara, api dan eter. Berdasarkan sifat-sifat elemen dasar tersebut, maka Aristoteles menyifati berbagai benda dan substansi gejala alam menurut kedekatan sifat-sifatnya terhadap sifat keempat elemen tersebut. Misalnya sebuah asap yang keluar dari bumi selalu berterbangan di udara karena ia memiliki

Sabtu, 11 Juni 2011

Contoh Penelitian Tindakan Kelas untuk TK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan profesionalitas guru, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 18 Tahun 2007 mengenai Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan, maka terdapat beberapa komponen portofolio yang harus dipersiapkan guru, antara lain:

Ketika Budaya Mulai Terpinggirkan

Ketoprak Balekambang, Eksistensi di tengah Globalisasi

Meski dihimpit berbagai kendala, para pemain Ketoprak Balekambang masih bersemangat untuk nguri uri budaya Jawi. Berbagai usaha dilakukan untuk mendongkrak eksistensi dan meraih simpati di tengah gencarnya media hiburan masyarakat. Jatuh bangun mereka rasakan demi menyajikan suguhan bernilai seni tinggi, untuk masyarakat yang kian tak pernah menghargai budaya sendiri.

Iringan karawitan bertalu memecah hening kawasan Taman Balekambang malam itu. Para pemain mulai berlagak di atas panggung dengan gaya dan karakteristiknya. Dengan kostum seadanya ala Jendral VOC, pemain mulai menggebrak

Ketika Mereka Telah RENTA

Kasih Sayang untuk Mereka yang Terlantar

Panti jompo, menjadi saksi bisu penampungan para lansia terlantar. Menghabiskan hari tua di tempat yang membuat mereka terkadang jenuh dan merindukan perhatian keluarga.

Memasuki pelataran sebuah panti jompo, terlihat sekilas beberapa lansia duduk-duduk di depan kamar. Beberapa terlihat saling berbincang di depan teras dan yang lainnya lagi terlihat melamun sendiri. Di bagian sudut, tampak kesibukan lansia menyiapkan makan siang dan mencuci baju. Wredha Dharma Bhakti, begitulah nama panti jompo yang beralamat di jalan Rajiman, Laweyan, Surakarta. Sebuah tempat penampungan bagi lansia 60 tahun ke atas dan berdiri pada 5 September 1977. Kehadiran panti Wredha diharapkan dapat memberikan kesejahteraan sosial terhadap lansia terlantar. Saat ini, para lansia yang terlantar bahkan tidak memiliki keluarga tersebut, menghabiskan masa tuanya dengan berbagai aktifitas rutin yang diadakan oleh petugas panti.

Dibantu dengan 8 PNS, 1 honorer dan 4 tenaga, panti Wredha setiap harinya dengan sabar melayani puluhan warga (sebutan penghuni panti Wredha) yang memiliki permasalahan hidup berbeda-beda. Banyak hal yang menyebabkan mereka rela dan terpaksa tinggal di panti, di antaranya masalah dengan suami, menantu, anak dan terlilit hutang. Setiap tahunnya jumlah warga tidak meningkat maupun menurun. “...Pasang surut, hari ini dan besok sudah lain. Ada yang mati dan datang,” jelas Rahayu Sulistyawati, petugas panti. Dijelaskan pula, bahwa panti Wredha ini bukan tempat penitipan, namun tempat penyerahan sehingga tidak dikenakan biaya. Penyerahan berasal dari masyarakat, hasil razia dan dari keluarga tidak mampu sampai meninggal. Panti dengan luas makam ±2600m2, dulunya merupakan wangkung, yaitu tempat penampungan orang-orang terlantar, anak terlantar, hasil razia dan gelandangan, tidak berbatas usia.

Hidup di lingkungan panti yang

IKUTi